Mitos Kucing Raas Dalam Kehidupan

Mitos Kucing Raas Dalam Kehidupan – Mitos, mungkin sebuah kata yang sepele untuk orang-orang yang berilmu pengetahuan kalau di rujukan kepada zaman yang sudah hampir serba otomatisasi. Tapi lain lagi bagi orang yang berpandangan jauh kebelakang, karena kata mitos sendiri sangat identik dengan hal-hal mistis. Sedangkan secara sederhana, definisi mitos adalah suatu informasi yang sebenarnya salah tetapi dianggap benar karena telah beredar dari generasi ke generasi. Begitu luasnya suatu mitos beredar di masyarakat sehingga masyarat tidak menyadari bahwa informasi yang diterimanya itu tidak benar. Karena begitu kuatnya keyakinan masyarakat terhadap suatu mitos tentang sesuatu hal, sehingga mempengaruhi perilaku masyarakat. Mitos atau mite (myth) adalah cerita prosa rakyat yang di tokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kahyangan) pada masa lampau dan dianggap benar-benar terjadi oleh yang punya cerita atau penganutnya. Mitos juga disebut Mitologi, yang kadang diartikan Mitologi adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan bertalian dengan terjadinya tempat, alam semesta, para dewa, adat istiadat, dan konsep dongeng suci. Mitos juga merujuk kepada satu cerita dalam sebuah kebudayaan yang dianggap mempunyai kebenaran mengenai suatu peristiwa yang pernah terjadi pada masa dahulu.

Mitos Kucing Raas

kucing raas
Termasuk juga Keberadaan Kucing Raas baik kucing busok ataupun kucing kecubung tidak lepas dari Mistis yang menyelimutinya. Beragam Mitos bermunculan, bahkan banyak masyarakat yang sengaja memelihara Kucing raas dikarenakan kepercayaan terhadap Mistis yang menyelimuti setiap cerita tentag Kucing raas itu sendiri.

Salah satunya adalah kepercayaan warga pulau raas yang meyakini kelahiran Kucing raas merupakan hasil perkawinan antara kucing betina warna apa saja dengan kucing Pitua atau kucing bertanduk. Namun masyarakat setempat percaya kucing ini hanya dapat dilihat oleh anak akil balik, yang belum di berlumuran dosa.

Sehingga banyak warga lebih memilih memelihara kucing betina dengan harapan dikawin kucing Pitua dan melahirkan kucing Busok. Dan untuk memurnikan kucing tersebut warga yang sudah mempunyai kucing raas, lebih memilih mengebiri agar tidak hilang dan terpikat dengan betina lain.
Selain itu masyarakat percaya bila memelihara Busok, maka pemilik akan mendapat kelimpahan rejeki atau keberuntungan. Sayangnya walaupun diyakini dapat memberikan kelimpahan rejeki maupun keberuntungan bagi pemiliknya, namun Kucing Busok jarang sekali dapat dibawa keluar dari Pulau Raas.
Sebab ada kepercayaan setiap perahu yang membawa kucing raas keluar dari Pulau Raas akan ditimpa kesialan, sehingga banyak perahu yang enggan membawa Kucing Busok di perahunya.
“Sudah dari dulu perahu disini tidak mahu membawa Kucing Busok, sebab saat akan kembali lagi ke pulau Raas perahu biasnaya terkena sial” ungkapnya

Kesimpulan Mitos Kucing Raas

Namun dalam pandangan kami bahwa tidak semuanya mitos itu benar dan tidak semuanya salah. Hal tersebut dapat diperjelas dengan berhasilnya kami membawa puluhan ekor kucing raas keluar dari pulau raas dan juga banyaknya yang sudah kami kirim ke luar madura bahkan sudah memiliki keturunan.
Jadi, dalam mitos kucing raas tergantung dari pemahaman setiap individu

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

free web tracker